Tapi - Kok - Kan

Updated: Feb 13, 2018

Cerita pertama dari Padepokan Kedamaian Hayati Jogja


Selama sekian tahun berguru di Padepokan Hyatt Regency Yogyakarta, kami belajar tentang beberapa hal termasuk *3 kata yang dianggap Mudarat* (lebih banyak merugikannya dibandingkan kemaslahatan-nya).



Setiap ada salah satu murid yang menggunakan kata-kata ini, Gus Nur sang pimpinan pondok akan langsung mengingatkan kami untuk merevisi kata-kata kami.


Berikut 3 kata yang bersifat mudarat itu :


1. Tapi - bersifat membantah


Contoh : “Tapi menurut saya ….. ”

Apapun yang Anda katakan berikutnya, kesan yang ditangkap adalah Anda membantah atau tidak setuju dengan pendapat orang yang berbicara sebelum Anda. Gus Nur biasa mengingatkan muridnya untuk mengganti kata ‘Tapi’ dengan 'Dan’.

Kalaupun pendapat kita sedikit atau sangat berbeda dengan orang lain, kata 'Dan’ di depan kalimat seakan menjauhkan kita dari perselisihan paham.



2. Kan - bersifat sok tau


Contoh : “ Kan memang begitu!”; “ Kan saya sudah pernah bilang!”

Sebagian besar kalimat yang Anda katakan dengan 'Kan’ membuat Anda terkesan mengecilkan pengetahuan teman bicara Anda. Gus Nur biasa mengingatkan saya untuk men-delete saja kata 'Kan’ dalam kalimat saya karena toh tak ada artinya selain kesan untuk menunjukkan bahwa kita lebih paham dari orang lain.


3. Kok - bersifat menyalahkan


Contoh : “Kok begini? Kok begitu? Kok tidak begini? Kok tidak begitu”

Apapun kalimat yang Anda pakai dengan awalah 'Kok’ membuat lawan bicara Anda merasa sedikit disalahkan. Maksud baik kita ingin memberi _constructive feedback_ menjadi kurang efektif karena kata 'Kok’ ini. Gus Nur biasa menyuruh saya mengulang lagi kalimat saya tanpa 'Kok’. Saya terpaksa berpikir keras dan menggantinya dengan 'Bagaimana kalau’….



Mungkin saya adalah murid yang paling banyak menggunakan 3 kata ini (dan mungkin itu sebabnya sampai sekarang saya belum bisa lulus dari Pondok ini 😅✌🏻). Menurut saya 3 kata ini bagaimana pun hadir dalam kosa kata bahasa kita karena memang ada arti dan fungsinya. Tapi saya mungkin harus belajar, *bahwa yang dianggap Mudarat oleh Gus Nur adalah bukan 3 kata ini, tapi 3 sikap yang hadir bersamaan dengan 3 kata ini yaitu : Membantah, Sok Tau, dan Menyalahkan orang lain*.


Jazakumullah khoiron 🙏🏻.


Semoga kita semua bisa saling menasihati dalam kebenaran dan saling membantu dalam kebaikan.



Jogja, 9 Nov 2017




61 views