Hyatt Regency Yogyakarta: Hotel Paling 'Green' se-Indonesia


Sebagai peraih “Green Hotel Award” peringkat 1 Indonesia dan ASEAN tahun 2014 - 2016 dan 2018 - 2020, Hyatt Regency Yogyakarta ingin menjadi bagian yang secara konsisten menyuarakan “Green Initiative” kepada masyarakat. “Green Initiative” adalah beberapa langkah yang sudah dilakukan Hyatt untuk mendukung industri hotel yang ramah lingkungan. Hyatt mengadopsi konsep “Tri Hita Karana”, dimana sebagai manusia kita harus menjalin hubungan harmonis dengan 3 aspek kehidupan yakni hubungan spiritual (dengan Tuhan), hubungan antar manusia, dan hubungan alam semesta. Konsep inilah yang kemudian membawa Hyatt untuk tidak hanya terfokus untuk mewujudkan Green Hotel di dalam lingkungan hotel saja tetapi juga di lingkungan luar hotel. Hyatt ingin memberikan kontribusi yang maksimal untuk menciptakan lingkungan yang sehat.



“Green Initiative” yang Hyatt lakukan adalah melalui gerakan #GreenJogja dan #CleanJogja. #GreenJogja adalah gerakan penghijauan di sepanjang Jalan Palagan. Sementara #CleanJogja adalah gerakan bersih-bersih dari vandalisme. Kedua kegiatan itu melibatkan berbagai elemen warga mulai dari perangkat Kelurahan Sariharjo, warga sekitar, siswa SD Sedan, SMP 4 Ngaglik, dan karyawan Hyatt. Gerakan ini bertujuan untuk membuat area Palagan menjadi lebih bersih dari segala macam coretan liar. Bahkan hingga saat ini Hyatt masih terus memonitor coretan liar di sekitar Palagan. Setiap ada coretan baru, pasti akan langsung dicat kembali oleh Hyatt. Inisiatif terhadap lingkungan tidak berhenti di situ saja.




Pada bulan Maret lalu, Hyatt mengadakan Garden Adoption di SMP 4 Ngaglik dalam rangka Hari Bumi. Hyatt mempercantik taman di lingkungan sekolah tersebut dan kegiatan itu sangat diapresiasi oleh pihak sekolah. Hyatt juga mengajak siswa SMP N 4 Ngaglik untuk melakukan tanam pohon di area sekolah. Garden Adoption sudah 2 kali ini dilakukan dan yang pertama kali adalah di taman perempatan Monjali pada tahun 2015 yang lalu.


Selain aksi nyata yang dilakukan di lingkungan luar hotel, tentu Hyatt juga melakukan “Green Initiative” di dalam area hotel, yakni melalui penghematan energi dan ramah lingkungan. Langkah penghematan energi yang dilakukan Hyatt antara lain dengan mengganti gas dengan heat pump untuk supply air panas ke kamar. Hyatt juga menggunakan lampu LED di semua bagian hotel agar lebih hemat dan memasang kincir angin di lantai 7 yang berfungsi sebagai sumber listrik untuk kamar. Selain itu, Hyatt juga membuat lubang biopori di banyak area hotel yang berfungsi untuk meningkatkan daya serap tanah dan menanggulangi genangan air. Tidak hanya itu saja, Hyatt juga membudidayakan ikan nila dan membuat konservasi mini untuk burung. Selain berguna untuk ekosistem, konservasi burung juga dapat digunakan sebagai sarana rekreasi bagi tamu. Hyatt juga mulai berbudidaya selada hidroponik dan hasilnya digunakan untuk membuat salad di Kemangi Bistro.


Komitmen Hyatt selanjutnya adalah dengan tidak menggunakan botol plastik air mineral di setiap kegiatan meeting di Hyatt. Jadi untuk semua kegiatan meeting sudah menggunakan pouring water. Hyatt tidak menggunakan sedotan plastik lagi dan sudah mengganti dengan sedotan kertas. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik. Seperti kita tahu bahwa sampah plastik tidak dapat diurai. Sehingga Hyatt tidak ingin menjadi penyumbang sampah plastik lagi.


Berbagai aksi nyata yang sudah dilakukan Hyatt inilah yang membawa Hyatt kemudian menyabet penghargaan “Green Hotel Award” di tingkat Nasional dan ASEAN. “Tentunya Hyatt ingin menjadi inspirasi bagi semua kalangan untuk mewujudkan industri hotel yang Green dan ramah lingkungan. Hyatt juga ingin membuat Go Green menjadi gaya hidup dan membudaya di masyarakat,” ungkap Nurcahyadhi General Manager.


Gerakan Go Green harus bergaung ke semua lapisan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang sehat. Jika bukan kita, siapa lagi yang akan merawat lingkungan?